KREATIVITAS MENCIPTAKAN SUMBER PENDAPATAN KELUARGA BERBASIS PEMANFAATAN LAHAN


Saat munculnya berita tentang rencana  pemerintah menerapkan pajak bahan kebutuhan pokok, banyak orang berkomentar negatif terhadap pemerintah. Bagaimana tidak ?

Adanya pandemi Covid- 19 sudah melumpuhkan perekonomian kita, banyak pekerja yang kena PHK, banyak pengusaha yang bangkrut, jumlah penduduk miskin meningkat, rakyat jauh dari kata sejahtera, kok sembako saja mau kena pajak. Bayangan di kepala kita, bakalan tambah susah hidup kita. Ketika membaca dan mendengan berita tersebut, justru saya berpikir, ini saatnya masyarakat harus menggalakkan pemanfaatan lahan yang kita miliki, yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal, misalnya samping rumah, belakang rumah, bahkan jika atap rumah yang selama ini tidak terpikirkan sebagai ‘lahan tanam’. Bersyukur jika kita tinggal di desa yang biasanya lahan pekarangan relatif luas, urusan tanam menanam gak masalah. Tapi bagi kita yang tinggal di wilayah perkotaan dengan luas lahan yang sempit, sebetulnya gak ada masalah. Tinggal bagaimana tehnik menanam yang kita pilih. Adanya sistem tabulampot, hidroponik, aquaponik, dll dapat digalakkan sebagai upaya memaksimalkan pemanfaatan lahan bagi kita yang mengalami masalah keterbatasan lahan.

            Berbagai contoh cara mendapatkan penghasilan keluarga berbasis pemanfaatan lahan, baik dalam wujud uang cash maupun non cash antara lain  dengan menanam sayur mayur guna memenuhi kebutuhan kita sehari- hari, seperti sawi, bayam, daun singkong, kangkung, terong, dll. Juga tanaman bumbu seperti daun salam, daun jeruk, tomat, cabai, laos, kunyit, kencur, jahe, serai, dll. Berbagai jenis tanaman tersebut pasti kita butuhkan, seandainya kita bisa memanfaatkan lahan dengan menanam jenis- jenis  tanaman tersebut, pastilah kita bisa menghemat pengeluaran keluarga.

Selain sayur mayur, setiap keluarga pastilah butuh buah- buahan. Bagi keluarga yang memiliki lahan cukup luas, bisa memberdayakannya dengan menanam berbagai buah yang cocok dan bisa tumbuh dengan baik di lingkungan kita, seperti pepaya, mangga, jambu air, jambu kristal, sawo, pisang, rambutan, bahkan anggur sekarang sudah bisa dibudidayakan di daerah dataran rendah. Untuk keluarga yang mengalami keterbatasan lahan, misal yang tinggal di wilayah perkotaan kita bisa tanam dengan sistem tabulampot.          Kebutuhan yang gak kalah penting dari sayur dan buah adalah lauk, berupa telor, ikan, daging, dan sebagainya. Kebutuhan ini juga bisa kita lakukan dengan cara budidaya di lingkungan kita sendiri. Misal dengan beternak ayam, kita akan mendapatkan telor dan juga daging. Kita juga bisa membuat kolam yang bisa digunakan untuk beternak lele, nila, gurameh, dll yang merupakan jenis- jenis ikan yang familiar bagi masyarakatdan mudah dibudidayakan. Bahkan dalam kondisi keterbatasan lahan, beberapa dari masyarakat sudah menerapkan sistem aquaponik, dengan menggabungkan beternak ikan dengan menanam sayuran, sebagai contoh memelihara ikan lele dalam drum, sekaligus dimanfaatkan sebagai media tanam kangkung.

Bentuk lain dari pemanfaatan lahan di sekitar rumah kita adalah dengan menanam tanaman hias, seperti aglonema, alokasia, cuprea, black velvet, keladi, monstera, begonia, janda bolong, dll. Selain untuk kebutuhan refresing, penghilang penat, stres, ternyata kegiatan ini dapat menghasilkan tambahan penghasilan bagi keluarga.

Sedikit saya berbagi cerita tentang pemanfaatan lahan yang kami lakukan, antara lain : disamping rumah saya hanya sekitar  1 m x 10 m banyak ditanami tabulampot, ada mangga mahatir, apokat,  kelengkeng kristal, jambu deli madu, sawo, jambu kristal, dll. Sedikit sisa tanah, kita tanam rambutan klengkeng, pepaya, dan mangga madu, sedangkan di teras depan ada kita tanam anggur dengan berbagai varian, seperti ninel, senator, dll. Tanaman anggur bisa hemat lahan karena tumbuh secara vertikal, dan manfaat lain bisa sebagai peneduh. Tanaman- tanaman tersebut bisa menghasilkan buah secara bergantian, dan bisa kita konsumsi, dan itu bisa menghemat pengeluaran keluarga. Dan yang pasti, buah hasil kita tanam lebih berkualitas karena bersifat organik dan kita panen saat buah benar- benar sudah matang di pohon. Cerita lain tentang hasil tanaman rambutan klengkeng sudah mencapai ratusan kilogram, sehingga jika dijual dengan harga pasaran 20.000 per kilogram, sudah mendapatkan harga lebih dari 2 juta rupiah. Tapi kita gak pernah jual karena banyak tetangga kanan-kiri, saudara, juga teman kerja yang pada suka. Akhirnya dibagi- bagi dengan niatan sodaqoh. (bukan bermaksud riya’ ya...). Dibelakang rumah kita buat kolam untuk memelihara lele, gurameh, dan nila. Juga sedikit sisa tanah, digunakan sebagai kandang ayam. Berbagai tanaman sayur juga kita tanam, seperti bayam, daun singkong, terong, cabai, tomat, daun jeruk,  kunyit, kencur, jahe, dan lain- lain kita tanam di dalam pot, dan tempatkan berjejer di sepanjang di bibir bak ikan  sebagai upaya memaksimalkan lahan. Itulah cara kita berswasembada pangan, memenuhi kebutuhan pangan sendiri dengan memanfaatkan lahan sekitar yang ada. Mesti belum bisa memenuhi semua jenis bahan pangan yang kita butuhkan, setidaknya beberapa jenis kebutuhan kita terpenuhi tanpa harus beli. Bahkan ikan yang kita panen kita jual karena berlebih jika dikonsumsi sendiri. Tambahan cerita, untuk kebutuhan estetika di teras depan kita tanam berbagai tanaman hias yang kami koleksi mulai dari berbagai jenis aglonema, alokasia, cuprea, black velvet, keladi, monstera, begonia, janda bolong, dll. Selain sebagai koleksi, tanaman- tanaman tersebut kami tangkarkan, dan sebagian dibeli oleh beberapa relasi dan sebagian dijual ke toko tanaman hias.

Kepada para pembaca, marilah saatnya menggiatkan pemanfaatan lahan yang kita punya meskipun sejengkal. Manfaatnya pasti banyak kita dapat, seperti manfaat ekonomis- berupa terpenuhinya kebutuhan kita sehingga kita bisa menghemat pengeluaran uang, sampai dapat menghasilkan uang jika produknya bisa terjual. Selain itu ada manfaat estetis- tanaman dan hewan yang kita budidayakan membawa manfaat keindahan yang kita rasakan, mampu menghibur kita, membuat kita senang, itu satu keuntungan secara mental, juga manfaat hidrologis- akar pohon yang kita tanam mampu meresapkan air hujan sebagai cadangan air tanah, dan satu lagi, manfat klimatologis- tanaman yang kita budidayakan dapat menghasilkan oksigen yang kita perlukan dalam kehidupan kita. Banyaknya manfaat tersebut harusnya menjadi pertimbangan kita untuk segera melakukan pemanfaatan lahan semaksimal mungkin agar apa yang sudah dititipkan Tuhan kepada kita, kita jaga dengan baik. Itu bentuk rasa syukur akan RahmatNya.

 

Penulis : Dra. Suyatinah, M. Pd

Guru Geografi SMA N 1 Banguntapan


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMBONGKAR RAHASIA MENULIS HINGGA MENERBITKAN BUKU

TEHNIK PROMOSI BUKU

POIN BUKU PADA KENAIKAN PANGKAT