TEHNIK PROMOSI BUKU

Pelatihan Belajar Menulis PGRI

Pertemuan ke- 27

Gel. 21&22

Narasumber       : Akbar Zainudin

Moderator          : Dail Ma’ruf

Penulis               : Suyatinah

Alhamdulillah malam ini bisa mengikuti Pelatihan Belajar Menulis PGRI ke- 27. Di ujung usai narasumber kita yang hebat malam ini, Bapak Akbar Zainudin, penulis buku yang selalu best seller, salah satu judul bukunya adalah Man Jada Wa Jada yang telah terjual sampai 55.000 eksemplar. Luar biasa....

Malam ini narasumber didampingi Bapak Dail Ma’ruf selaku moderator, membuka acara dengan doa.

Seorang penulis selalu menginginkan apa yang ditulis akan bermanfaat bagi orang lain, oleh karena itu selain menerbitkan tulisannya dalam bentuk buku, harus juga melakukan promosi agar semakin banyak orang yang membeli buku tersebut, artinya nilai manfaatnya akan semakin luas.


       

                                      Salah satu buku karangan Bapak Akbar Zainudin yang best seller

STRATEGI PEMASARAN BUKU yang disampaikan narasumber terdiri    dari empat hal, yang biasa disebut sebagai 4P, yaitu Product (Strategi Produk), Price (Strategi Harga), Place of Distribution (Distribusi), dan Promotion (Promosi).

Sebelum membahas empat strategi di tersebut, yang yang lebih penting diperhatikan adalah menentukan target audiens atau pembaca kita siapa. Karena target pembaca yang berbeda, akan mempengaruhi strategi promosi yang  berbeda pula. Misal strategi untuk remaja, anak, orang tua, akan berbeda strategi pemasarannya.

STRATEGI PRODUK.

Strategi ini tidak semata- mata  menjadi tanggung jawab penerbit, namun  penulis harus juga memberikan masukan kepada penerbit siapa target pembaca kita dana apa kebutuhan mereka terhadap buku kita. Dengan demikian, konsep buku yang akan diterbitkan nanti menyesuaikan dengan kebutuhan dari target audiens.

STRATEGI HARGA.

Menentukan harga buku biasanya menjadi tanggung jawab penerbit. Ada dua strateg buku, yaitu harga umum dan  harga premium (lebih mahal dibandingkan buku biasa), misalnya kualitas kertasnya yang bagus, hard cover, ada bonus-bonus, misalnya  voucher seminar, workshop, dan lain-lain)

STRATEGI DISTRIBUSI

Distribusi secara umum dibagi menjadi dua: distribusi tradisional dan distribusi non tradisional. Distribusi tradisional adalah melalui toko-toko buku, baik toko-toko buku jaringan nasional maupun toko buku lokal. Sedangkan distribusi non tradisional, di antaranya adalah:

1. Melalui MLM (Multilevel Marketing)

2. Melalui Penjualan Langsung

3. Melalui Marketplace/e-Commerce (Lazada, Bukalapak, Tokopedia, Shopee, dll).

STRATEGI PROMOSI

Program promosi bisa dilakukan oleh penerbit maupun penulis. Beberapa program promosi yang bisa dilakukan.  7 cara promosi buku agar bisa menjadi bst seller antara lain :

Pertama, Launching buku/ peluncurkan buku baru, bisa dilakukan di aula, masjid, lembaga pendidikan, hotel, di mana saja. Yang mengadakan bisa penerbit maupun penulis. Yang menanggung beayanya bisa penerbit, bisa penulis. Kita perlu meyakinkan penerbit kalau buku kita akan laku, karena itulah mereka perlu menyelenggarakan program launching buku. Jika di toko buku ada tempat promosi buku, maka bisa memanfaatkan  tempat tersebut.

Kedua : Bedah Buku. Yaitu acara diskusi untuk membedah isi buku kita, yang bisa dilaksanakan  secara online maupun offline. Berbagai lembaga, seperti  : Lembaga pendidikan, perpustakaan, majlis taklim, masjid, dan sebagainya. Pokoknya, di semua tempat dan situasi yang memungkinkan, kita tawarkan bedah buku, berapapun yang hadir, kita selenggarakan terus menerus. Apalagi sekarang ini eranya digital. Yang lebih mudah sekarang ini adalah bedah buku secara online. Kita undang orang-orang untuk ikut acara bedah buku bersama kita. Bisa di FB, IG, WA Grup, Zoom, dan sebagainya Bukan berapa orang yang hadir yang penting, tetapi direkam lalu diupload di Medsos acara kita. InsyaAllah akan semakin membuat orang mengenal kita.

Ketiga, melakukan seminar ataupun workshop sesuai dengan tema buku kita. Misalnya jika tema buku tentang motivasi dan menulis, maka bisa dilakukan seminar dan diklat terkait motivasi dan menulis secara berkala. Kegiatan ini  bisa dilakukan secara offline, misalanya dilaksanakan di sekolah , bisa juga secara offline, via WA, Zoom, FB, IG, dan sebagainya.

Keempat, membangun komunitas. Komunitas yang kita bangun adalah komunitas yang sesuai dengan tema buku kita. Kalau buku kita temanya motivasi, maka kita bangun komunitas tentang motivasi, buku tentang guru, maka bangun komunitas guru, Buku tentang menulis, bangun komunitas menulis, Buku tentang Ice Breaking, bangun komunitas Ice Breaking, Buku tentang bahasa, bangun komunitas bahasa, dll.

Komunitas membuat kita lebih dekat dengan pembaca sehingga memudahkan kita untuk menawarkan mereka dalam membeli buku. Bisa juga dengan men- share materi-materi yang ada di buku secara berkala, biasanya seminggu sekali, sehingga anggota komunitasi ini mendapatkan manfaat, lewat grup  WA misalnya. Sesekali seminar melalui Zoom.

Kelima, membangun jaringan reseller,  orang-orang yang mau menjualkan buku kita dan mendapatkan komisi dari hasil yang terjual, sekitar  20-30 persen.  Caranya : kita berikan materi-materi yang terkait buku kita, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk menjual.

Misalnya Dewa Eka Prayoga, berhasil menjual 10.000 buku hanya dalam waktu 2 minggu melalui reseller ini. Jaringan reseller, akan memudahkan kita menjual buku.

Keenam, jualan di marketplace, seperti Lazada, Shopee, Bukalapak, Tokopedia, dan sebagainya). Membuka toko di marketplace akan meluaskan promosi dan distribusi kita. 

Ketujuh, memanfaatkan media sosial (Medsos) untuk promosi buku. Followers dan subscriber dapat dimafaatkan untuk menyampaikan  informasi tentang buku kita, misalnya dengan membuat status terkait tema buku yang kita tulis, sehingga orang kenal dengan buku kita. Modusnya tidak harus melulu jualan, namun bisa melalui sharing-sharing, memberikan pengetahuan kepada para pembaca sehingga mereka merasa ada manfaat menjadi followers kita. Dari sharing lanjut selling....

Jadi, pada dasarnya kita ini memengaruhi orang agar mereka mau menjadikan buku sebagai kebutuhan utama. Dan memang, membaca akan banyak membuka wawasan, pengetahuan, dan pilihan dalam mengambil keputusan.

Dengan bersama-sama membangun kebutuhan akan membaca, maka akan memudahkan kita dalam proses menjual buku.

Seorang penulis harus menguasai ketrampilan berikut untuk membantu proses penjualan buku.

1. Public speaking ( berbicara yang baik di depan umum ), agar pada saat kita ada acara ataupun rekaman di Medsos dan YouTube, menjadi menarik bagi calon pembaca.

2. Copywriting (membuat kata menarik untuk promosi dan penjualan). Ini salah satu keterampilan paling penting untuk menjual pada Abad 21.

3.  Pemanfaatan teknologi informasi seperti media sosial  YouTube, WA, IG, Facebook, Zoom, Webex, Google Meet, dan sebagainya. Karena eranya sekarang seperti itu. Kalau kita bisa memanfaatkan dengan baik, hidup akan lebih mudah.

Tips yang dapat digali dari pertanyaan dari beberapa peserta pelatihan :

P1 dari pak Rusmana  SMKN 5 jakarta

a.    apakah louncingnya bisa di sekolah ?, bagaimana caranya ?

b.    bagaimana awalnya pak Akbar menulis buku judul apa ?

    J1 : Bisa di sekolah, di mana saja, hubungi pihak yang berperan. Awal menulis melalui tulisan artikel,     beberapa atikel yang satu tema bisa disatukan. Meski pemula, yakin saja, jangan takut dengan tulisan     kita. Jika tidak diterima di suatu penerbit bisa dikirm ke penerbit lain. Jika ditolak perbaiki lagi.            Pokoknya jangan putus asa.

 

P2. dari Ibu Susan Anggraini dari pangkalpinang mau bertanya,

1.      Bagaimana kalau buku pertama kita mengenai kumpulan artikel belajar menulis ini,

2.      Kepada siapa target kita menurut bapak?

3.      Apakah buku antalogi karya bersama itu bisa dijual di kalangan masyarakat?

    J2 : Kita petakan  : siapa yang butuh, dari situ kita bisa memperkirakan target penjualan kita. Berapa     banyak yang butuh ? Misalnya buku saya UKTUB kita tawarkan ke komunitas penulis. Kuncinya :        buku itu akan memenuhi kebutuhan siap

 

P3 dari Ibu Widya : membaca sharing pengalaman Bapak yang luar biasa membuat saya tertegun dan bertanya-tanya bisa cetakan  buku Bapak tembus hingga ribuan.

a. Teknis yang paling bisa kami jangkau sebagai penulis pemula apa ya pak. Sederhana tapi mengena.

b. Yang kedua teknis berjualan di market place itu bagaimana ya pak?

c. Yang ketiga bagaimana  jika karya kita, dipasarkan di wattpad apakah ada prospeknya untuk saat ini.

J3. Narasumber juga penulis pemula. Untuk menjadi dikenal orang harus melakukan sesuatu, msal saya ke sekolah, ke masjid, dll untuk memeprkenalkan diri dan mengenalkan buku yang kita tulis. Sekarang lebih mudah kita untuk memperkenalkan diri karena bisa melalui media online. Intinya kita mau bekerja keras membangun citra diri. Cara berjualan di marked place : daftar, upload gambar, dan promosi. Kalau belum laku, ya terus lakukan promosi.

P4. Dari Mulyanita dari Bekasi.

a. di awal bapak menuliskan buku manjadda wajada apakah sempat terpikirkan bahwa buku ini akan best seller hingga dibuatkan film?

b.  Bagaimana cerita dibalik pembuatan buku tsb?


 J4 : tidak mengira buku saya akan best seller. Harus bekerja sangat keras untuk mengenalkan diri dan buku karya saya. Diterima dipenerbit mayaor saja bangga sekali. Sampai best seller itu adalah bonus. Terus berusaha, Alloh yang kasih rejeki.

Saya selalu memotivasi orang, cacatan- catatan saya dikumpulkan. Buat kerangka,  dirangkai menjadi sebuah buku. Kemudian diolah menjadi satu buku yang utuh.

P5. Dari Assalamu'alaikum bpk Euriah Lamani, Medan

    a.   apakah bapak pernah mempromosikan buku bapak Man Jadda wa jadda dan The Power of Man Jadda wa jadda lewat Facebook yg terkoneksi langsung dengan No.WA untuk pemesanan atau bagaimana pak…?

    b. Kalau saya tidak salah ingat saya pernah terhubung lewat WA untuk pemesanan buku bapak.

    c. Tekhnik promosi yg agak sulit menurut bapak seperti apa ya pak, terimakasih

    J5 : di face book saya share materi di buku, dikasih no wa. Yang tertarik langsung menghubungi.            Promosi terus menerus, misal dijadwalkan sebulan berapa kali. Promosi lewat beberapa medsos, face     book, instagram, dll. Yang penting dilakukan jangan diam, lakukan sekecil apapun.  Pemesanan lewat     wa

P 6 : dari  Arham Asal Donggala Sulawesi Tengah,

   Apa yang menjadi keistimewaan dari harga buku yang sifatnya premium bila dibandingkan dengan harga buku biasa ? Terima kasih

 J6 : Buku kategori premium : buku unik, buku klasik (dikemas secara baik, misalnya hard cover, berwarna, kualitasnya baik).

P7 : dari Bapak IKSAN dari Kebumen. Ijin bertanya pak:

    1. Ada rekomendasi grup khusus / komunitas khusus buat Jualan Buku  pak yang sesuai dengan target pembaca usia remaja?

    2.Semisal kalo kita promosi sebelum buku kita diterbitkan apakah efektif ya pak? Seperti kalau mau ada peluncuran film kan ada tuh, semacam trailernya. Bagaimana pendapat bapak?

     J7 : Harus mencari komunitas  yang sesuai, jadi kita yang aktif. Promosi harus dilakukan, misalnya         saat cover sudah ada. Berikutnya pre order, kemudian louncing, dan seterusnya. Kalau tidak                 dipromosikan, orang tidak akan tahu denganbuku kita.

 

CLOSING STATEMENT :

7 strategi pemasaran buku di atas bukan hanya teori, tetapi semuanya sudah dilakukan oleh narasumber.

Update status di IG, FB, dan YouTube biasanya akan lebih banyak membuat orang tahu. Jadi, cara kita menjawab di WA juga sangat berpengaruh.

Saat setelah seminar, baik online maupun offline biasanya orang tertarik dengan apa yang kita bicarakan, lalu membeli buku kita.

Lakukan semua yang bisa kita lakukan. Tidak perlu malu, tidak perlu berkecil hati, terus disabari,

hasilnya kita serahkan kepada Tuhan. Tugas kita adalah membuat program sebanyak-banyaknya, melakukan promosi sebanyak-banyaknya, hasilnya biarlah menjadi wewenang Gusti Allah.

Yang penting jangan pernah berhenti berusaha. Kalau sudah berhenti berusaha, sudah pasti akan gagal. Kerja keras memang tidak menjamin kesuksesan, namun orang-orang yang sukses adalah orang-orang bekerja keras.

Mulai malam ini, rasanya sudah saatnya berhenti kita menganggap diri kita tidak mampu, tidak bisa. Kita bisa kalau kita yakin bahwa kita bisa. Kita mampu kalau kita yakin bahwa kita mampu.

Berani saja mulai menulis. Keberanian memang tidak menjamin kesuksesan, tetapi percayalah hanya orang-orang berani yang akan sukses.

Menulis itu tentang keterampilan. Semakin rajin dilatih, semakin hebat tulisan kita. Berhenti ikut banyak seminar dan pelatihan kalau tidak pernah latihan. Buat apa?

Buat target, bikin rencana, jalankan, dan evaluasi. Buat rencana baru lagi, targetkan, evaluasi lagi. Begitu seterusnya. Gagal? Coba lagi. Gagal lagi? Coba lagi, lagi dan lagi. Sampai kapan? Sampai berhasil.

Begitu lengkap materi dari narasumber, begitu gigih usaha yang beliau lakukan, begitu mendalam motivasi yang diberikan beliau, semoga menantang kita untuk segera action menuju impian menjadi penulis yang dikenal banyak orang. Aamiin


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMBONGKAR RAHASIA MENULIS HINGGA MENERBITKAN BUKU

POIN BUKU PADA KENAIKAN PANGKAT