MEMBUDAYAKAN GAYA HIDUP FRUGAL LIVING SAAT PANDEMI
Frugal
Living akhir- akhir ini banyak dibicarakan
orang, diartikan sebagai gaya hidup sederhana, gaya hidup hemat. Mengapa gaya
hidup ini dikaitkan dengan kondisi Pandemi saat ini ? Karena dampak dari
pandemi covid- 19 sangat nyata di bidang ekonomi. Banyak orang mengalami
kemerosotan penghasilan terutama para pelaku dan pekerja di sektor swasta,
seperti transportasi, perdagangan, perhotelan, pariwisata, dan lain- lain.
Akibat pembatasan pergerakan manusia, sektor tersebut sangat terdampak. Sebagai
contoh sektor pariwisata, sebelum pandemi covid melanda negara kita, juga
dunia, sektor ini sangat marak. Gaya hidup menyukai traveling, picnik ternyata
sangat banyak diminati orang, hal ini menyebabkan majunya sektor ini sehingga
mengungkit majunya sektor transportasi, perhotelan, restoran, sampai sektor
informal pendukungnya. Begitu corona merebak, pembatasan pergerakan manusia
dibatasi dengan PPKM, bahkan lockdown, sektor pariwisata dan ikutannya bisa
dibilang mati. Tempat- tempat pariwisata sepi pengunjung, otomatis sektor
terdampak lainnya ikut bangkrut. Kondisi ini berpengaruh banyak terhadap
pendapatan sebagian besar masyarakat. Pola hidup frugal perlu digalakkan sebagai bentuk penghematan terhadap
menurunnya pendapatan keluarga.
Banyak cara agar bisa menjalani
gaya hidup frugal yaitu : 1).
Biasakan belanja sesuai kebutuhan, bukan keinginan. Artinya kita belanja
sebatas barang yang kita butuhkan. Misalnya, kalau kita hanya membutuhkan
sembako, kita cukup mendatangi tempat yang menyediakan barang tersebut,
sehingga kita akan fokus belanja barang tersebut. Jika kita biasa ‘cuci mata’
maka cenderung kita akan ‘lapar mata’, akan muncul keinginan membeli barang-
barang yang sebetulnya tidak kita butuhkan dan itu berarti pemborosan, tidak
sesuai dengan gaya hidup frugal. 2).
Tidak selalu mengikuti tren / gaya hidup yang mungkin dianggap modern, keren,
gaul, dan lai- lain persepsi yang belum tentu cocok buat kita. Misalnya banyak
orang yang memiliki kartu kredit sebagai gaya hidup yang modern, praktis,
simpel, instan. Tidak dipungkiri, kartu kredit memudahkan sistem pembayaran,
pembelian, yang ditalangi dulu oleh bank yang menerbitkan kartu tersebut,
bahkan banyak berbagai keuntungan yang ditawarkan, mulai dari iming- iming
gratis iuran bulanan, berbagai bonus belanja, sampai besaran bunga yang
kompetitif. Hal tersebut membuat banyak orang tergiur memilikinya. Bagi
seseorang yang memiliki dana yang cukup banyak, hal ini tidaklah menjadi
masalah. Namun jika pemiliknya seseorang dengan keterbatasan dana, kartu kredit
tersebut bisa menyulitkan pemiliknya dengan tagihan- tagihan yang harus
dibayarkan, bahkan bisa mengalami stres. Oleh karena itu memiliki kartu kredit
tidaklah salah asalkan digunakan secara benar dan bijak, tidak menuruti
keinginan semata, namun skala prioritas harus dikedepankan. Jika hal seperti
itu yang kita lakukan, pasti kita bisa berhemat, sehingga sisa anggaran dapat
ditabung sebagai cadangan jika sewaktu- waktu ada kebutuhan mendadak/
emergency. 3). Menghemat belanja barang tertentu yang bisa dihemat. Misalnya HP
kita error, kita coba perbaiki dulu,
diserviskan, tidak langsung memutuskan beli atau kredit HP yang baru. Demikian
juga untuk barang- barng kebutuhan kita yang lain, seperti kulkas, tv, kursi
tamu, sampai kebutuhan barang di dapur, seperti kompor, mungkin masih bisa
dipergunakan lagi setelah diservis. Cara tersebut bisa menjadi alternatif
penghematan belanja keluarga. 4). Memaksimalkan potensi sekitar rumah yang
mungkin kita miliki. Misalnya ada lahan disekitar rumah yang masih kosong, bisa
dimanfaatkan dengan tanaman buah, sayur, kolam ikan, dan lain- lain, sehingga
kita bisa berhemat dengan swasembada barang yang kita butuhkan, berarti itu
perilaku penghematan belanja. 5). Investasi yang bisa dijadikan passive incame, misalnya kita yang
memiliki tempat tinggal di pinggir jalan yang strategi, sebelah depan bisa
dibangun toko untuk usaha atau disewakan, buat home stay, rumahnya yang dekat kampus, bisa buat kos- kosandan
lain- lain.
Hidup sederhana merupakan tuntunan
yang harus kita ikuti menuju kehidupan yang lebih bahagia.Anjuran itu
dituntunkan dalam Surah Al Furqon ayat
67, yang artinya “ Dan orang- orang yang apabila membelanjakan harta mereka
tidak berlebihan, tidak juga kikir, namun diantara keduanya secara wajar”.
Dikuatkan yang ada dalam Surah Al Isra ayat 27, yang artinya “ Sesungguhnya
pemboros- pemboros itu adalah saudaranya syaiton dan syaiton itu ingkar kepada
Tuhannya

Frugal living hidup sederhana. Keren Terima kasih
BalasHapusTerimakasih Bun
HapusMemanfaatkan yg ada, menghemat dan memperbaiki daripada membeli yg baru.. Sangat menginspirasi
BalasHapusTerimakadih sudah mengunjungi blok saya
HapusSangat mengispirasi...
BalasHapusMatur nuwun Bunda motivasinya
Hapus