MENULIS ITU MUDAH
Resume Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Pertemuan
ke 10, Gelombang 21&22
Senin,
25 Oktober 2021
Menulis itu Mudah, demikian judul yang diangkat dalam Dr. Ngainun Naim
narasumber Pelatihan Belajar Menulis PGRI pertemuan ke- 10 malam ini lahir di Tulungagung,
19 Juli 1975. Seorang doktor yang mengajar di UIN Tulungagung, Jawa Timur.
Karya tulis beliau sangat banyak, lebih dari 25 karya buku beliau. Beliau ingin
menularkan budaya menulis melalui pelatihan pada malam hari ini.
Rahasia “mudah menulis” antara lain :
1. 1. Mindset kita. Jika mindset kita dikondisikan bahwa menulis itu tidak sulit alias mudah, maka kita akan menumbuhkan sikap optimisme untuk menulis. Ciptakan pada pikiran kita bahwa menulis itu merupakan ketrampilan tingkat dasar, sehingga jangan merasa untuk bisa menulis harus berpendidikan tinggi, pendidikan bukan merupakan jaminan.
2. Kunci sukses dalam menulis tidak selalu didasari
pada bakat istimewa, tetapi Perpaduan antara minat yang besar dan kemauan berlatih.
3. Syarat wajib dalam menulis adalah banyak membaca. Dengan banyak membaca
ide menulis mudah ditemukan, selanjutnya bisa dikembangkan. Tips nya : membaca
minimal 10 halaman per hari, jika ada waktu luang tingkatkan lebih banyak lagi.
4. Luangkan waktu untuk menulis, bukan menunggu punya
waktu luang dan harus konsisten.
5.
Rajin mengamati, mencatat, dan mengolah menjadi tulisan.
Setelah mengamati, jangan lupa mencatat, kemudian diolah menjadi tulisan, terus
menerus berproses. Jadi penulis itu harus tajam mengasah pendengaran dan
penglihatan.
6. Belajar menulis kepada penulis,
pengalaman mereka sangat penting buat kita memperkaya perspektif.
Beberapa tips lainnya dari tanya jawab :
1. Kunci menulis hingga bisa menerbitkan buku solo dengan tulisan yang menarik
pembaca dan tulisankita tidak keluar dari tema yaitu dengan ATM : Amati, Tiru,
dan Modifikasi. ambil buku, lalu cermati. itu kunci penting.
2. Menulis bisa juga diawali dari paksaan, terpaksa menulis, lama kelamaan
akan menjadi biasa.
3. 3. Bangun rasa percaya diri untuk mencapai sukses menulis,karena terkadang hambatan ada di diri kita sendiri. Dalam kaidah bahasa Arab disebutkan bahwa PERCAYA DIRI ITU DASAR SUKSES.
4. 4. Untuk menumbuhkan minat membaca mulai dari tema yang kita sukai, mungkin olah raga, mungkin masak- memasak, berkebun, dll.
5. 5. Bisa mengasah diri dalam menulis dengan mencoba mengikuti lomba.
Ayo temukan tips hebat
lainnya dengan berkunjung disini :
https://www.spirit-literasi.id/2020/10/membaca-bergizi.html
https://www.spirit-literasi.id/2021/09/literasi-sebagai-pilihan-hidup.html
https://www.spirit-literasi.id/2021/07/menulis-dan-makluk-aneh.html
Berbagai tipe penulis yang disampaikan Bapak Dr.Ngainun Naim antara lain :
1. Penulis yang
selalu eksis, tak kenal musim meskipun
zaman berubah. Karyanya terus, tugas penulis adalah menulis dan menulis.
2. Penulis
musiman, ia produktif menulis pada momentum tertentu, misal bagi dosen, mereka
baru produktif menjelang deadline laporan kinerja, deadline laporan penelitian, dan deadline lainnya. Saat semacam ini mereka sangat produktif.
Setelah tugas selesai, menulis juga berhenti atau adanya dorongan eksternal
menjadi penentu kinerja. Ketika tidak ada dorongan, aktivitas menulis cenderung
pasif.
3. Penulis
yang pernah produktif, bahkan sangat produktif, sehingga dikenal banyak orang. Namun
zaman berubah. Kehidupan penulis tipe ini juga berubah. Produktivitas yang
pernah disandang perlahan mulai surut sampai kemudian hilang sama sekali. Tidak
ada lagi karya yang dihasilkan. Penyebabnya mungkin kesibukan kerja, menulis
tidak lagi memberikan keuntungan finansial, kalah dengan kehadiran para penulis
baru, dan banyak sebab lainnya. Karyanya tidak lagi muncul. Namun demikian
masyarakat pernah mengenalnya sebagai seorang penulis yang produktif.
4.
Penulis yang pernah muncul dengan karyanya, setelah
itu tidak lagi ada karya yang terbit. Namun
demikian sejarah mencatat bahwa penulis tipe ini pernah menorehkan karyanya.
5.
Penulis cita-cita, belum tentu menghasilkan
karya.
Ada 4 kuadran penulis :
1. Penulis yang mau dan mampu.
2. Penulis yang tidak mampu, tapi mau.
3. Penulis yang mampu, tapi tidak mau.
4. Penulis yang tidak mampu dan tidak mau.
Ki Marilah kita intropeksi diri, kita termasuk tipe mana? termasuk kuadran yang mana?
A Apa yang akan kita lakukan setelah mengetahui posisi diri Anda ?
Semangat bu...terus menulis.
BalasHapusSemangat teruss yaa!
BalasHapusMantap sekali bunda Suya
BalasHapusLengkap resumenya
Pengumpul pertama. Keren. Sepertinya membuktikan kalau menulis itu mudah.
BalasHapusSemangat Menulis sesuai tema malam ini, menulis Itu mudah ya bunda,
BalasHapusYes. keren bund
BalasHapusSemangat mantab keren
BalasHapusLengkap
BalasHapusLuar biasa the best 👍
BalasHapusluar biasa semangat menulisnnya bu..
BalasHapusSudah punya tips nya tinggal go.....👍
BalasHapusKREN BUNDA, TERCEPAT MOGA TERBAIK. SEMANGAT
BalasHapusMantap tetap semangat
BalasHapusMantab. Tetap semangat !
BalasHapus👍🏾
BalasHapus