MENJADI PENULIS PENERBIT MAYOR

Pelatihan BM PGRI

Pertemuan ke- 23


Penulis : Suyatinah

Alhamdulillah pada malam hari ini masih semangat mengikuti Pelatihan Belajar Menulis PGRI yang ke- 23. Materi sangat menarik yaitu Menjadi Penulis Penerbit Mayor. Hal yang pasti sangat diimpikan semua peserta pelatihan malam ini. Bapak Joko  Irawan Mumpuni selaku Pimpinan Penerbit Andi sebagai narasumbernya.

Mr Bambs selaku moderator memperkenalkan diri dan mengawali pertemuan malam ini...

Beberapa tips yang disampaikan Narasumber kita malam ini agar tulisan kita diterima penerbit mayor : 

1. Pertimbangan naskah yang akan dipilih penerbit : 

Kriterian terbesar ada di peluang pasar dan reputasi penulis. Reputasi penulis berkaitan dengan nilai jual buku, oleh karena itu penerbit akan cek CV dari penulis tersebut kemudian mengkonfirmasi dengan data Google Cendekia, akun sosmednya berapa followernya, berapa jumlah pertemannanya, bera pa jumlah subscribernya dll. Berikut contoh gambar penulis yang memiliki angka tinggi di google cendekia:


2. Peluang potensi pasar merupakan kriteria yang penting menjadi pertimbangan penerbit. Beberapa hal yang terkait dengan hal ini antara lain : Tema tulisan. Pilih tema yang lagi ngetrend maka akan disukai pembaca. Contoh tema yang sedang ngetrend saat ini :

 

Manfaatkan Google Trend untuk menelusurinya....

3. Cermati Pergeseran perilaku konsumen karena akan berpengaruh pada peluang potensi pasar.


4. Format buku apa yang sering dibeli masyarakat juga berpengaruh terhadap potensi pasar.

5. Perhatikan jenis tulisan yang digemari masyarakat karena akan berpengaruh terhadap pemilihan tema buku yang banyak dicari pembeli.

6. Tema dengan daur hidup panjang serta memiliki pasar yang luas akan berpengaruh terhadap Oplah (jumlah eksemplar dicetak) dan ini akan menjadi pertimbangan penerbit.

Dengan memperhatikan tips- tips yang disampaikan narasumber tersebut, semoga bisa menjadi acuan bagi peserta pelatihan untuk bisa menembus penerbit mayor.

Banyaknya keuntungan yang didapat penulis antara lain :

·      Kepuasan, kebutuhan batin : buku merupakan karya monumental yang akan selalu dikenang

·      Reputasi : buku yang berhasil publish akan meningkatkan reputasi penulisnya

·      Karier : peningkatan status jabatan, peningkatan karier di institusi/ perusahaan

·      Uang : royalty, diskon pembelian langsung, mengajar/ seminar        

Semoga semakin menggugah motivasi penulis untuk mewujudkan karyanya.

Kata mutiara yang disitir Bapak Joko sangat memotivasi kita  : Orang boleh pandai setinggi langit, namun kalau tidak menulis akan hilang ditelan masa dan sejarah.( Pamudya Ananta Toer)

Jika kau bukan anak raja atau anak ulama besar, maka menulislah ( Al Ghazali)

Tips narasumber berdasarkan pertanyaan peserta pelatihan :

1. Pertanyaan 1 dari Mr Bams : Kalau Penerbit Andi buku yang paling laku saat ini ?

    Jawab : yang paling laku di Penerbit ANDI adalah buku Sekolah terutama SMK, lalu buku Kampus terutama informatika/komputer, kemudian buku buku populer seperti Novel, buku kesehatan dll.

2. Pertanyaan 2 dari Bapak  Damar Banten: Bila seorang penulis ajukan naskah sekian lama hingga 1 tahun, lalu muncul covernya, apakah itu tandanya buku tsb akan naik cetak?. Kedua. Bila ada naskah yang diterima lalu dicetak oleh penerbit Andi, berapa royati untuk penulis dari penjualan?

Jawab : Iya, Royalty 10 %

3. Pertanyaan 3 dari Susan Anggraini dari pangkalpinang : apakah penulis pemula yang ikut pelatihan BM PGRI bisa masuk ke penerbit Andi ?

Jawab : diberi kesempatan, terutama  tantangan 2 minggu menulis bersama Prof Ekoji

4. Pertanyaan 4 dari Bapak Brian Bekasi : bagaimana peluang pelatihan belajar menulis untuk lolos seleksi naskah penerbit Andi ?

Jawab : Peluangnya sangat besar dengan usaha yang sangat besar juga.. yang penting tulis dulu sampai jadi. Jika ditolak ANDI masih banyak penerbit lain di INdonesia

5. Pertanyaan 5 : Berapa lama biasanya naskah masuk ke Penerbit Andi untuk mendapatkan keputusan bahwa tulisannya bisa diterbitkan ? Apakah tulisan harus sesuai dengan gaya penerbitnya.

Jawab :  banyak ... maka sering2 ditanyakan kapan keputsannnya kepada PIC ANDI agar cepat, gaya penulisan tetap pada penulis bukan penerbit

6. Pertanyaan 6 dari Bapak Arham Donggala : apakah bapak bisa jelaskan secara detil sistem penilaian tersebut, dan untuk reputasi penulis ini apakah mendeskripsikan diri penulis itu sendiri ? Jawab : Bapi penerbit bobot yang paling penting dalam penilaian naskah adalah peluang potensi pasar, ini dapat dilihat dari apakah temanya sedang ngtrend? sedang dibutuhkan pasar? dan yang nggak kalah penting adalah reputasi penulisnya ; apakah penulis memiliki sitasi yang cukup (lebih dari 10000) bagi dosen, atau memiliki sosial media dengan pengikut yang fabatik dan memadai..

7. Pertanyaan 7 : Peluang buku cetak saat ini apakah tetap tidak akan tergantikan dengan adanya digital ? Nah bagi penulis apakah ada hal yang harus disiapkan dalam perubahan yang saat ini dan kedepan apa yang terjadi ?

Jawab : Bagi penulis bisa mengabaikan metode penyebaran/penjualan konten, bisa cetak, bisa pdf, biss e-pubh atau bahkan nanti akan masuk di metaverse.. jadi teruslah menulis.. tulisan adalah konten kreatif primer bisa menhasilkan konten turanan dengan model dan format yang berbeda.

8. Pertanyaan 8 : Bila buku mengalami revisi, apakah ada penambahan bab atau materi atau ada ketentuan khusus dalam penerbitan ?

Jawab : Ada revisi mayor dengan penambahan dan sebagain besar bab ada juga yang hanya revisi minor hanya menyesuiakan dengan hal hal kekinian saja...

Lengkap sudah ilmu yang dibagikan kepada peserta pelatihan malam ini.

Closing steement  dari narasumber : segera mulai menulis , tulis apa saja, yang penting nulis... suatu saat pasti tulisan itu akan berharga. Sebab menulis itu seperti berinvestasi dipasaar uang yang nilainya akan selalu naik.

Semoga mimpi kita bisa menulis di Penerbit Mayor segera terwujud. Aamiin



Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMBONGKAR RAHASIA MENULIS HINGGA MENERBITKAN BUKU

TEHNIK PROMOSI BUKU

POIN BUKU PADA KENAIKAN PANGKAT