MENULIS DIKALA SAKIT
Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Pertemuan ke- 19
Senin, 15 Nopember 2021, Pkl.
19.00
Narasumber : Suharto, S. Ag, M. Pd
Moderator : Hasima Abdi Putri
Penulis : Suyatinah
Melaju
menuju pertemuan ke-19 malam ini, Pelatihan Belajar Menulis PGRI asuhan Om Jay menyemangati peserta untuk
siap- siap membukukan reume selama 20 pertemuan. Harus semangat...
Bapak
Suharto, S. Ag, M. Pd yang biasa disapa Cing Ato, Narasumber kita kali ini akan
menyampaikan topik: Menulis Dikala sakit. Beliau seorang pengajar di MTsN 5
Jakarta. Karya bukunya sudah sangat banyak, 7 buku solo, buku antologi, beliau
juga menjadi narasumber diberbagai pelatihan menulis. Padahal Cing Ato dalam
kondisi tidak sehat, sangat menginspirasi kita yang dikaruniai kesehatan....
Keinginan beliau untuk bisa menulis sangat luar biasa, melalui ikut pelatihan, mencari komunitas menulis, akhirnya keinginannya terwujud. Dari motivasi Om Jay yang selalu diingat beliau adalah “Tulis apa yang ada disekitar kita, tulis yang sederhana dahulu, tulis yang kamu bisa dan kuasai, serta mulailah menulis apa yang kamu alami dan rasakan". Motivasi lain yang memecutnya adalah "Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi" Buku Antologi pertama beliau berjudul BUKAN GURU BIASA, sedangkan buku solonya MENGEJAR AZAN
Perjuangan Cing Ato untuk menghasilkan karya tulis sangat luar biasa. Dalam kondisi apapun menulis tiada henti, sambil tiduran, duduk di kursi roda, dirumah sakit nunggu antrian dokter, bahkan ketika terapi disempatkan untuk menulis. Menulis dengan media laptop, diposting di face book dan blog, dikumpulkan dan dirangkai dalam buku sesuai dengan temanya. Akhirnya menghaslkan banyak buku yang menginspirasi pembacanya. Itulah hikmah dibalik musibah yang dialami Cing Ato . Justru kegiatan menulisnya ternyata menjadi terapi buat kesembuhan sakitnya. Sederet karya beliau antara lain :
Sebelum
sakit
1.
Mengejar Azan (2018)
Setelah
sakit
2.
GBS Menyerangku (2020)
3.
Menuju Pribadi Unggul (2020)
4.
Belajar Tak Bertepi (2021)
5.
Kisah inspiratif Seni Mendidik Diri (2021)
6.
Aisyeh Menunggu Cinte (2021)
7. Menepis Kesulitan Belajar (2021)
Masih
dalam ide :
1.
Menyongsong pendidikan abad 21
2.
Guru Berkharisma
3.
Belajar Fikih ( buku pelajaran)
4.
Dll.....
Semangat
Cing Ato luar biasa. Bagaimana dengan kita yang sehat? Bener- bener teguran
buat saya pribadi....
Ternyata
niat yang kuat, motivasi yang kuat mampu mengalahkan rasa sakit yang diderita
Cing Ato. Bahkan hasil karya tulisnya terus meluncur. Man Jada Wajada. Siapa
yang bersungguh- sungguh pasti bisa.
Untuk
bisa menghasilkan karya tulis, pesan beliau adalah harus banyak membaca, karena
seorang penulis adalah pembaca yang hebat. Dengan membaca dapat juga menjadi
sumber inspirasi tulisan. Semangat belajar beliau luar biasa, terus belajar
pantun, puisi, membuat cover buku, layout, dll. Cita- cita beliau bisa menjadi
penerbit mayor. Hikmah lainnya, beliau dipercaya menjadi narasumber BM
gelombang 17, 18, dan malam ini di gelombang 21&22.
Tips
lain berdasrakan pertanyaan peserta pelatihan :
1.
Cara membuat judul di cover buku diambil dari judul-judul pada daftar isi,
diambil yang bagus. Kemudian lihat tema
isi tulisan kita dan yang di bahas apa. Kalau tema tulisan tentang guru dengan
segala kondisinya, maka judul dikaitkan dengan tema tersebut. Contoh : tulisan buku
tentang 8 Kado Spesial Sang Bintang. Tema sentralnya tentang bagaimana menjadi
sang bintang, tentunya bagaimana cara belajar sang bintang, kenapa harus
menjadi sang bintang, terus kisah-kisah sukses sang bintang.
Usahakan judul cover singkat, menarik, dan syarat makna.
2. Sebaiknya menulis harus istiqomah setiap hari, tulislah yang ada manfaatnya untuk diri maupun orang banyak.
3. Untuk memompa semangat dan keberanian menulis adalah dengan menulis dahulu yang kita bisa dan kuasai, menulis apa yang pernah dialami. Itu lebih mudah. Setiap penulis mempunyai genre masing-masing. Tulis dengan bahasa yang saya bisa, jika tulisan kita sudah bagus baru masuk ke tahap berikutnya.
Menulis
harus sungguh- sungguh.
Sempatkan
waktu untuk menulis, jangan nunggu waktu kosong baru menulis.
4.
Untuk mendapatkan ide menulis, selain
apa yang ada disekitar kita, juga banyak membaca dan traveling.
Closing statement dari Cang Ato : Jangan takut untuk menulis,
Jangan
menunggu pintar baru menulis, menulis saja dahulu nanti pasti pintar.
Awali
menulis yang sederhana, yang kita bisa
dan yang kita kuasai.
Mulailah
menulis dengan apa yang kita alami dan rasakan, itu lebih mudah.
Untuk memperkaya tulisan kita, silahkan baca tulisan-tulisan karya orang lain.
Terimakasih Cang Ato, kisah Cang Ato sangat menginspirasi, semoga menjadi pelecut kita untuk bisa menghasilkan karya tulis. Semoga Cang Ato segera pulih seperti sediakala. Aamin
Sehat dan Semangat sampai final ya Bu, keren tulisannya
BalasHapusSemoga kita semua senantiasa sehat selalu, cerita Cing Ato adalah motivasi kita semua..
BalasHapusMantap bun
BalasHapusSelalu lengkap resumenya
Semangat
Jempol👍🏾
BalasHapusLuar biasa materi Cing Ato. Nangis Saya. Malu sehat tapi tak semangat belajar, nulis dan ibadah. Moga kita semua bisa bersyukur atas nikmat Allah SWT. Aamiin.
BalasHapus