PEMASARAN BUKU
Pelatihan belajar Menulis PGRI
Pertemuan ke- 21
Narasumber : Agus Subardana, S. E, M. M
Moderator : Ms. Phia
Penulis : Suyatinah
Assalamu’alaikum ww
Terimakasih sudah
berkenan mampir di blog suya
Alhamdulillah,
dalam guyuran hujan di kota Yogya, saya masih bisa mengikuti Pelatihan Belajar
Menulis PGRI yang ke- 21 dengan semangat. Diawali Ms. Phia membuka kelas, dan
mengingatkan peserta untuk presensi. Malam ini narasumber kita adalah Bapak Agus Subardana, S. E. M. M, manager
marketing Penerbit Andi. Beliau sudah 17 tahun menggeluti bidang marketing,
sering juga menjadi moderator pada berbagai event webinar. Materi yang
disampaikan beliaua adalah tentang Pemasaran
Buku.
Mengawali paparan narasumber , bahwa Buku
merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan dan sarana utama bagi proses
pembelajaran serta sarana penyampaian
informasi. Kebijakan pemerintah berupa Gerakan
Literasi Sekolah, bertujuan untuk mendorong
kegiatan membaca sebagai wujud dukungan dan tindakan nyata dalam membangun
budaya membaca sejak dini. Kegiatan ini merupakan upaya mempersiapkan generasi muda yang cerdas dengan
minat baca yang tinggi khususnya anak-anak. Hal ini menggembirakan penerbit
karena meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap buku dapat menciptakan
peluang usaha bagi pengusaha yang bergerak di bidang penerbitan buku.
Adanya pandemi covid- 19 sangat berdampak
pada semua penerbit yang ada di tanah air. Mulai merebaknya covid- 19 gelombang
1 mulai Maret 2020, disusul gelombang kedua, agustus 2021, menyebabkan tutupnya
toko buku yang ada di hampir semua wilayah di Indonesia. Setelah
diberlakukannya PPKM, kunjungan ke toko buku juga masih sepi. Penurunan omset
penjualan buku mencapai 60- 90 persen. Akibatnya penerbit mengurangi penerbitan
buku baru. Penjualan melalui direct selling (penjualan langsung) terbatas,
pembelian oleh instansi, sekolah, perguruan tinggi berkurang karena pengurangan
anggaran belanja buku yang dialihkan untuk penanganan covid- 19. Banyak
penerbit yang akhirnya mengalami gulung tikar.
Dalam kegiatan pemasaran, Penerbit
Andi melakukan pemetaan berdasarkan segmentasi pasar. Hal ini dipengaruhi oleh
faktor mikro, seperti perantara, pemasok, pesaing, masyarakat, dan faktor makro
seperti demografi, ekonomi, politik, hukum, sosial budaya, tehnologi, dll.
Strategi pemasaran buku yang dilakukan
Penerbit Andi melalui 2 langkah, yaitu secara
on line dan off line.
A.
Strategi Pemasaran buku serangan udara (On Line ).
Strategi pemasaran ini menunjukkan pentingnya
digital marketing, apalagi saat pandemi covid- 19 yang mengharuskan
dilakukannya social distancing, pembatasan kontak secara fisik, pemasaran melalui on line, lebih efektif . Beberapa
cara pemasaran lewat media ini antara lain melalui : website Penerbit Andi yang
mencantumkan katalog buku terbitan Andi, bisa juga lewat market place, sosial
media, dll. Keuntungan pemasaran secara online antara lain : beaya lebih murah,
daya jangkau luas, mudah menentukan
target pasar sesuai kategori, komunikasi dengan konsumen lebih mudah dan cepat,
akhirnya bisa meningkatkan omset penjualan. Pemasaran Buku Lewat Komunitas akan
lebih efektive dan efisien sehingga tingkat keberhasilan nya lebih tinggi,
karena : menyebarkan informasi produk secara masif kepada target pasar
potensial , mendapatkan konsumen baru dan mempertahankan konsumen yang sudah
ada sehingga kesetiaan konsumen terjaga, menjaga kestabilan penjualan saat
kondisi pasar lagi lesu, menaikkan penjualan dan profit , membandingkan dan
keunggulan produk dibandingkan dengan pesaing, membentuk citra produk dibenak
mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan, mengubah tingkah laku ( yang
kurang minat beli , menjadikan tertarik beli ) , persepsi dan pendapat
konsumen.
Kuncinya kita harus proaktive
komunikasi dan interaksi dengan komunitas serta dapat menjaga integritas
pribadi kita.
B. Strategi
pemasaran buku serangan Darat (OF LINE ).
Cara ini dilakukan dengan memasok
buku ke seluruh toko buku yang ada di Indonesia. Untuk menguasai seluruh wilayah
nusantara ini dalam penetrasi pasar buku , kita harus melakukan pemetaan
wilayah dengan membuka cabang tiap kota besar yang potensi pasarnya sangat
baik. Kami Penerbit Andi telah mempunyai 90 cabang di kota dari Aceh s.d Papua,
dengan menempatkan tenaga pemasaran di tiap kantor cabang tersebut.
Strategi pemasaran buku serangan
darat ini kita kelompokkan berdasarkan target pasar yang kita tuju antara
lain : toko buku modern, semi modern dan tradisional. Masing- masing memiliki sistem
administrasi dan tempat yang berbeda.
Strategi Promosi di toko buku Modern ada berbagai macam cara yang perlu kita lakukan , antara lain : menguasai display buku , supaya tampilan buku dapat terlihat dan menonjol, .mengadakan promosi di internal toko dengan memasang produk di Neon Box, X Banner, mengadakan Bedah Buku , Talkshow dan potongan Harga pada buku tertentu atau periode tertentu, mengadakan event tematik sesuai moment bulan berjalan (program Ramadhan, Program TAB, Program TAM , dll )
Dan masih banyak lagi program promosi di toko buku modern yang dapat kita lakukan , kuncinya kita proaktive komunikasi dengan pihak internal Toko Buku modern tersebut.
Display di toko buku moder
Program promo
Strategi Pemasaran dengan
Directselling
Pemasaran
Buku melalui Directselling ini kita petakan berdasarkan jenis katagori buku
yang kita terbitkan . Jenis Katagori buku penjualan lewat Directselling ini
kita bagi menjadi beberapa target pasar yaitu : Buku Pendidikan (Buku mata
pelajaran Utama dan buku pendamping untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK), Buku
Teks Perguruan Tinggi untuk semua mata kuliah, Buku Referensi untuk jenjang TK,
SD, SMP, SMA-SMK , Perguruan Tinggi dan umum. Dengan pemetaan jenis katagori
tersebut diatas maka kami sebagai Industri Penerbitan buku melakukan terobosan
pemasaran dengan menempatkan tenaga penjual (Sales) .
Tugas
Tenaga Penjual / sales tersebut kita beri tanggungjawab target sesuai maping
areanya masing – masing yang bertugas Kunjungan langsung ke tiap sekolah untuk
temui kepala Sekolah, bagian kurikulum , Biro umum dll, Kunjungan langsung ke
setiap Kampus / Perguruan Tinggi untuk
temui Dosen, tiap Kaprodi, tiap Dekan, ke LPPM dan sampai ke para Rektor, Kunjungan
langsung ke setiap Perpustakaan sekolah, Perpus Kampus, Perpustaan Daerah dll. Dengan
kunjungan langsung tersebut diharapkan dapat berinteraksi dengan membangun
hubungan yang baik dengan pihak Internal Sekolah, Kampus, Perpustakaan dll.
Sehingga dampaknya hasil penjualan buku dapat meningkat.
Info tambahan dari pertanyaan peserta pelatihan : pertanyaan dari :
Susan Anggraini dari Pangkal Pinang : ada syarat- syarat supaya buku karya kita dapat langsung diterbitkan pada penerbit Andi.
Jawabannya : Persyaratan & Tata Cara Pengiriman Naskah ke Penerbit ANDI ; naskah diketik dengan rapi menggunakan font Times New Roman (atau sejenisnya) dan font 12 pt, panjang naskah tidak kurang lebih dari 150 halaman kertas A4, menyertakan beberapa lampiran berikut saat kamu mengirimkan naskah, seperti Sinopsis, maksimal dua halaman, harus sudah merangkum isi naskah secara keseluruhan agar penerbit dapat menangkap garis besar naskah; Proposal yang singkat, menjelaskan alasan dari Penerbit ANDI untuk menerbitkan naskahmu, harus kurang dari dua halaman; data diri, cantumkan data dirimu.yang berupa latar belakang, kompetensi yang kamu miliki, maupun keterlibatanmu dalam suatu keanggotaan atau organisasi tertentu
Closing
statement dari narasumber : “Tenaga pemasarann buku sangat bangga sebagai ujung
tombak dalam menyebarluaskan karya – karya tulisan ilmu pengetahuan yang sangat
berdampak sekali melalui jalur non formal ikut serta dalam menceraskan kehidupan bangsa Indonesia”. Maka
dari itu Menulis adalah berjuang , Penulis adalah Pahlawan yang akan di kenang
selama – lamanya..Lembaran karya adalah medan pertempuran, Pena adalah senjatanya.
"Buku adalah gudang ilmu, kuncinya adalah membaca. Membaca adalah jendela
dunia”.
Marilah
kita selalu memotivasi diri kita sendiri dan orang- orang disekitar kita untuk
membaca, membaca, dan terus membaca, demi masa depan anak bangsa yang lebih
cerdas dan bermartabat. Semoga kita bisa menjadi pejuang literasi ....
Terus berjuang, ayo menulis, terbitkan bukumu. Semangat!
BalasHapusKeren bunda. Semangat menuju buku solonya
BalasHapus