PROOFIDING SEBELUM MENERBITKAN TULISAN

Resume ke- 13 Pelatihan Belajar Menulis PGRI

Gelombang 21&22

Senin, 1 Nopember 2021, pukul 19.00

 PROOFIDING SEBELUM MENERBITKAN TULISAN




Narasumber                 : Bapak Susanto, S. Pd

Moderator                    : Ibu Rosminiyati

Penulis Resume           : Suyatinah


Sejak siang cuaca di Yogya hujan, malam ini masih gerimis. Alhamdulillah saya masih semangat mengikuti Pelatihan Belajar Menulis sampai pertemuan ke -13, bersama narasumber yang hebat, Bapak Susanto, S. Pd yang biasa disapa Pak Dar. Beliau lahir  Gombong Kebumen, 29 Juni 1971 , namun beliau mengabdikan diri di SDN Mardiharjo, Kab. Musi Rawas, Prov. Sumatera Selatan. Contak person beliau 081373353014  atau kunjungi di  blog pribadi : www.blogsusanto.com.

 

                                                                               
Beberapa karya tulis beliau yang sudah terbit, baik buku solo, maupun buku Antologi. Beliau juga dipercaya sebagai Editor beberapa buku karya teman sejawat di BM bimbingan Om Jay. 

Tema belajar kita malam ini adalah : Proofreading atau uji-baca adalah membaca ulang sebuah tulisan. Tujuannya adalah untuk memeriksa apakah terdapat kesalahan dalam teks tersebut, misalnya kesalahan dalam penggunaan tanda baca, ejaan, konsistensi dalam penggunaan nama atau istilah, hingga pemenggalan kata. Lebih dari itu kegiatan proofreading adalah menelaah logika dari sebuah tulisan, apakah sudah masuk di akal atau belum, agar mudah dipahami oleh pembaca.

Kegiatan proofreading sebaiknya dikerjakan setelah tulisan selesai. Pak Dar sebagai Guru Menulis, selalu menasihati: "Tulis saja, jangan pedulikan teknis. Salah nggak papa mumpung ide masih mengalir. Jika sudah selesai, barulah kita lakukan editing".

 Manfaat proofreading antara lain :

-        -   Untuk mengenali/ meneliti apakah sebuah kalimat efektif atau tidak

-        -   Susunannya sudah tepat atau belum

-          - Substansi sebuah tulisan dapat dipahami oleh pembaca atau tidak.

-          - Ejaannya benar sesuai KBBI & PUEBI.

Jika proofreading dilakukan oleh penulis sendiri, setelah naskah selesai ditulis, diendapkan dulu beberapa jam atau hari, maka ketika melakukannya, ia bertindak sebagai "CALON PEMBACA"

Langkah- langkah proofreading :

Ø              Langkah Pertama

        Merevisi draf awal teks, seringkali membuat perubahan signifikan pada konten dan memindahkan,         menambahkan atau menghapus seluruh bagian.

Ø              Langkah Kedua

        Merevisi penggunaan bahasa: kata, frasa dan kalimat serta susunan paragraf untuk meningkatkan             aliran teks.

Ø              Langkah Ketiga

        Memoles kalimat untuk memastikan tata bahasa yang benar, sintaks yang jelas, dan konsistensi             gaya. Memperbaiki kalimat kalimat yang ambigu.

Ø          Yang keempat

        1.  Cek ejaan. Ejaan ini merujuk ke KBBI & PUEBI, tetapi ada beberapa kata yang mencerminkan             gaya penerbit

        2.  Pemenggalan kata-kata yang merujuk ke KBBI

        3.  Konsistensi nama dan ketentuannya

        4.  Perhatikan judul bab dan penomorannya

Ø              Hal- hal lainnya : Hindari kesalahan yang tidak perlu misalnya typo atau kesalahan penulisan kata         dan     penyingkatan kata, memberi spasi (jarak) kata dan tanda koma, tanda titik, tanda seru, atau         tanda tanya. Tanda-tanda baca tersebut tidak boleh diketik terpisah dari kata yang mengikutinya.             Oleh karena itu patuhi EYD (sekarang PUEBI) dan kata-kata baku di KBBI

 Cara mudah melakukan proofreading terutama pada ejaan : Setelah tulisan di blog selesai, buka jendela draft, dan buka juga jendela pratinjau. Baca tulisan pada jendela pratinjau. Jika ada kesalahan penulisan, blok kata yang salah lalu di copy. Setelah itu buka jendela draft, tekan tombol CTRL + F. Tempelkan salinan tadi di kolom pencarian CTRL + V. Akan muncul highlight tulisan, kita lakukan perbaikan, setelah itu klik tombol simpan atau CTRL + S. Buka jendela pratinjau, kemudian refresh atau tekan tombol F5.

Demikian paparan dari Pak Dar pentingnya proofreading, agar tulisan kita nyaman dibaca dan informasi/ pesan yang ingin kita sampaikan dapat dipahami dengan baik oleh pembaca. Disamping itu tulisan kita harus benar sesuai dengan KBBI dan PUEBI, sebelum tulisan diterbitkan.

Tips lain berdasarkan jawaban pertanyaan dari peserta pelatihan :

         1. Strategi yang baik agar tulisan yang kita publikasikan itu menarik, bisa diterima logika, mudah              di fahami adalah :

·  Tulisan sesuai dengan tema yang dibahas, mengandung unsur yang diperlukan, SIDAMBA terjawab: Siapa, Di mana, Apa, Mengapa, Bagaimana, dan Kapan terpenuhi sesuai tema.

·     Struktur kalimat yang digunakan baik dan benar S-P-O-K nya. Apakah kalimat tunggal atau kalimat majemuk. Jika kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat, tulis dengan struktur yang baik dan benar.

·     Upayakan tidak ada kesalahan ejaan/penulisan/pemenggalan kata

·      Pilihan kata bagus, kata baku yang digunakan sesuai KBBI

·     Agar bisa diterima logika, substansi tulisannya rasional, wajar.

2. Editing lebih fokus pada aspek kebahasaan, sedangkan proofreading selain aspek kebahasaan, juga harus memperhatikan isi atau substansi dari sebuah tulisan.

Jadi, proofreading tidak sekadar menyoroti kesalahan tanda baca atau ejaan, tetapi juga logika dari sebuah tulisan, apakah sudah masuk di akal atau belum.

 

3. Tanggung jawab proofreader, memastikan bahwa tulisan si penulis efektif. Artinya, hasil uji baca sesuai dengan apa yang maksudkan oleh penulis. Mereka berdua Penulis dengan Proofreader tidak bekerja sendiri-sendiri.

  Proofreader melakukan konfirmasi kepada penulis, lalu dilakukan perbaikan. Isi tulisan sepenuhnya hak cipta penulis dan tanggung jawab penulis. Sedangkan Proofreader/ editor memolesnya saja agar kalimatnya menjadi “bagus”.

 

4. Membuat cerita fiksi memang sedikit berbeda dengan cerita nonfiksi. Tetapi, cerita nonfiksi dapat disampaikan dengan gaya cerita fiksi agar lebih menarik. Tentu sepanjang tidak bertentangan dengan aturan penulisan karya nonfiksi yang telah ditentukan, seperti makalah ilmiah, laporan penelitian, dan sejenisnya.

 

Nah, ternyata proofreading sangat penting kita lakukan. Setelah naskah selesai ditulis, jangan lupa baca ulang atau istilahnya poofreader agar tulisan kita benar substansinya, ejaannya, logis, sehingga enak dibaca oleh orang lain. Sangat bermanfaat ilmunya pak Dar, terimakasih.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMBONGKAR RAHASIA MENULIS HINGGA MENERBITKAN BUKU

TEHNIK PROMOSI BUKU

POIN BUKU PADA KENAIKAN PANGKAT