MEMOTIVASI MENULIS

Pelathan Belajar Menulis PGRI

Pertemuan ke- 24, Gel. 21&22



Narasumber       : Bapak Dail Ma’ruf, M. Pd

Moderator          : Raliyanti

Penulis               : Suyatinah


Alhamdulillah malam ini masih berkesempatan mengikuti Pelatihan belajar menulis PGRi pertemuan ke- 24. Narasumber kita malam ini Bapak Dail Ma’ruf, M. Pd akan menyampaikan materi MOTIVASI MENULIS. Beliau ketua kelas BM 20, baru September  lulus, sudah menerbitkan 15 buku antologi.

Hebat Pak Dail....

Malam ini narasumber kita ditemani dengan Ibu Raliyanti selaku moderator mengawali acara dengan doa, semoga berjalan dengan lancar.

Lanjut materi....

Motivasi merupakan dorongan untuk melakukan sesuatu. Dorongan bisa bersumber dari dalam diri kita yang sering disebut motivasi intrisik dan dari luar diri kita yang sering disebut motivasi ekstrisik. Berbagai keuntungan menulis seperti yang disampaikan narasumber kita : ingin meraih karier tertentu, ingin berkarya, ingin beribadah agar tulisan kita bermanfaat bagi orang lain, juga tidak menutup kemungkinan ada yang menginginkan meraih pendapatan. Itu semua merupakan motivasi intrisik, sedangkan motivasi ekstrisiknya antara lain dorongan  dari pelatihan BM sebagai syarat lulus harus membuat minimal 20 resume dan membuat buku solo. Ini yang saya rasakan ya...saya harus membuat resume, mengirimkan ke link pelatihan BM, dan rencana harus bisa membuat buku solo....

Semoga....

Menurut narasumber, unsur  motivasi ada 3  : 1. intensitas, 2. arah dan 3.ketekunan.

Pertama : menulis harus intens, setiap hari. Jangan kalau ada waktu baru menulis, tapi luangkan waktu agar bisa menulis setiap hari. Luangkan 15 menit samapi 30 menit untuk menulis di blog dan posting.

Kedua : menulis harus punya arah atau tujuan. Kita kutib lagi pesan Om Jay penggagas pelatihan BM ini, MENULISLAH SETIAP HARI, LALU LIHAT APA YANG TERJADI.

Ketiga : menulis harus tekun, jangan terpaksa, jangan malas, dan lain- lain perasaan negatif. Kikis itu semua agar kita bisa segera realisasikan menulis.

Pesan narasumber : segera hubungi moderator untuk membimbing, jika ada kendala langsung hubungi mentor kita Om Jay, Ibu Kanjeng, Bu Aam, dll.

Langkah nyata untuk memulai menulis buku solo :

1.    Mulai saat ini. Jika 1 buku ada 5 bab, usahakan 1bab diselesaikan dalam 2 hari, sehingga 5 bab akan selesai dalam waktu 10 hari. Fokus nulis naskah, kalau sudah selesai, serahkan ke editor yang kita percaya.

2.    Fokus buat buku solo. Tanamkan tujuan itu pada akhir pelatihan ini. Man Jada Wa Jada

3.    Ikut menulis buku Antologi  sebagai jembatan menuju buku solo.


                                                                          Buku karya Pak Dail

Beberapa manfaat yang sudah dirasakan para penulis antara lain :

.    Manfaat material, berupa honor penulisan atau royalty. Ini merupakan pendapatan tambahan yang menggiurkan.

2.    Manfaat non material, berupa kepuasan batin karena bisa mengekspresikan diri, menyampaikan gagasan/ ide, mengkritisi pemerintah, berkontribusi dalam mencerdaskan  , dan tulisan kita memberi manfaat bagi orang lain.

3.    Popularitas, nama kita akan dikenal di mana- mana, baik di dalam negeri maupun luar negeri.


Ternyata jadi penulis bisa kaya : kaya ilmu pengetahuan, kaya sahabat, kaya uang, kaya pahala, kaya nama. Apakah anda tertarik ?


Contoh penulis terkenal di tanah air

Merangkum ilmu menulis dari berbagai pertanyaan peserta pelatihan :

1.    P1 dari bu Raliyanti : Bagaimana caranya membuat judul buku yang menarik?

J1 : judul itu yang mewakili isi buku, bisa juga dengan yang aneh... misal buku best seller pak akbar zainudin ttg menulis maka judulnya singkst : UKTUB ! intinya bikin penasaran pembaca saat lihat judul buku kita.

 

2. P2 dari Pak Rusmana jakarta ; adakah dia penulis yang malas baca buku tapi dia bisa buat buku ( solo) ?

    J2 : Agak sulit rasanya. karena baca itu wajin bagi penulis, bagaimana menuangkan ide dalam tulisan jika masukan ilmu dan pengetahuannya minim. Namun kadang ada yang tidak rajin baca tapi kuat dengar. nah bisa saja ada yang demikian. tipe auditori.

 

3. P3 dari Bu Aam : Apa motivasi terbesar Pak Dail yang mendorong untuk menulis hingga bukunya terbit?

   J3 : SAYA INGIN NAMA SAYA LEBIH PANJANG USIANYA DARI UMUR SAYA, maka saya kuatkan tekad untuk terbitkan buku. tak pedulikan rintangan, lelah dan kesibukan. jadikan writing is my passion.

 

4. P4 dari Ibu Istianah Kutai Kertanegara : Apa motivasi terbesar dan terkuat yang membuat Pak Dail cinta dunia literasi?

     J4 : Motivasi saya cinta dunia literasi lebih didorong faktor kesadaran akan perintah allah untuk kita membaca IQRO. dan bukti sejarah mencatat bahwa peradaban akan maju jika literasi bangsa tsb bagus. Indonesia  masih di bawah budaya literasinya.  Kuatnya verbal. lihat saja di tempat kita kerja.

5. P5 dari Ibu Shima Tolitoli : Dalam menulis seringkali setelah menyelesaikan naskah saya kesulitan menentukan judul bisa dipakai.😁. Bagaimana solusinya ?

      J5 : kalau naskah sudah diketik rapi, siapkan 3 judul, serahkan kepada orang yang kita percaya untuk memilih. Jika kita cocok dengan pilihannya, maka bisa dipakai judul tersebut.

 

6. P6 dari Ibu Mutmainah Lebak : Godaan menulis itu terkadang dari diri sendiri, bagaimana cara memotivasi diri sendiri agar terus semangat untuk menulis ?

     J6 : lawan rasa MALAS, cape, lelah, sibuk, dan seterusnya. cara memotivasinya >>>>pakai rumus Prof Ekoji. bayangkan bahwa usia anda terakhir hari ini. Apa yang akan kita tinggalkan, kl bukupun kita belum TERBITKAN !!

 

Closing statemen dari narasumber : Semoga Bapak dan ibu hebat selalu bisa memotivasi diri untuk terus menulis dan punya BUKU. Karena BUku adalah mahkota bagi penulisnya. Mau punya mahkota ? Maka nulis buku saja !!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMBONGKAR RAHASIA MENULIS HINGGA MENERBITKAN BUKU

TEHNIK PROMOSI BUKU

POIN BUKU PADA KENAIKAN PANGKAT