MENGELOLA TAMAN BACAAN

Pelatihan Belajar Menulis PGRI

Pertemuan ke- 30

Gel. 21&22


Narasumber       : Bambang Purwanto(Mr. Bams)

Moderator          : Ms. Phia

Penulis               : Suyatinah

Alhamdulillah saya bisa menuntaskan mengikuti Pelatihan Belajar Menulis bersama PGRI, yang malam ini merupakan pertemuan terakhir. Terimakasih buat Om Jay, Ibu Kanjeng, Prof. Ekoji, Bu Aam, Mr. Phia dan semua mentor yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, atas semua ilmunya dan motivasinya.

Narasumber kita malam ini seorang Guru TIK, pegiat literasi, pendongeng, blogger dan pendiri TBM AS Lebakwangi, Bandung yaitu Bapak Bambang Purwanto atau yang dikenal dengan Mr. Bams atau Ayah Salwa. Didampingi moderator yang cantik, Ms. Phia menularkan ilmu tentang MENGELOLA TAMAN BACAAN.

TBM AS Lebakwangi.  AS ternyata singkatan dari Ayah Salwa. Ayah Salwa nama panggung di dunia dongeng dan anak-anak. Ayah Salwa digunakan sejak tahun 2003 saat saya senang mendongeng. Bahkan dongeng pernah menjadi sebuah profesi dalam kehidupan Mr. Bams.

Mengawali dengan buku koleksi pribadi sekitar 200san, dikumpulkan kemudian menjadi modal untuk taman bacaan. Silahkan simak profil TBM AS Lebakwangi  di :

https://lebakwangimembaca.wordpress.com/ 

Beberapa langkah untuk mendirikan sebuah Taman Bacaan antara lain :

1. Niat

Perkuat niat kita, bahwa mendirikan Taman Bacaan bukan karena ingin mendapat bantuan, bukan karena ingin populer. Tapi jadikan sebuah karya yang bermanfaat, mengajak masyarakat gemar membaca.


2. Ngobrol bareng Keluarga

Sebelum mendirikan TB, tidak ada salahnya berembug dulu dengan keluarga untuk menyamakan visi, jelaskan maksud dan tujuan mendirikan Taman baca ini.

 

3. Kumpulkan Buku

Mulailah mengumpulkan buku yang ada di rumah, untuk bahan bacaan awal. Jangan dulu nunggu banyak. Buku bisa datang sendiri. Ngak percaya, coba. Ajaib bin ajaib.

 

4. Ijin tetangga

Ngobrol juga sama tetangga kalau di rumah kita akan ada taman bacaan.

 

5. Undang Anak-anak

Ajak anak-anak ke rumah agar mau datang, misalnya lakukan kegiatan yang anak-anak suka. Misalnya mewarnai, menggambar atau nonton bareng. Kemudian kenalkan bahwa disini ada taman bacaan.

 

6. Gunakan FB, IG atau Blog

Manfaatkan media sosial untuk untuk meyebarkan aktivitas yang dilakukan.

Selanjutnya kita bisa buatkan program yang mendukung kegiatan di TBM ini lebih seru.

Dari pengalaman mengelola Taman Bacaan yang dibagikan Mr. Bams,  terbukti, akhirnya TBM AS Lebakwangi meraih banyak prestasi, antara lain :

1. Juara 1 TBM SE Kab Bandung , 2013

2. Juara 2 TBM SE Jawa Barat, 2013

3. Juara 1 TBM SE Kab Bandung, 2014

4. Juara 1 TBM SE Jawa Barat

5. Sabilulungan Awar Bupati Kab Bandung 2018

6. Juara 1 TBM Teladan SE Kab Bandung, 2019

Saat TBM sudah memiliki bangunan sendiri, TBM buka tiap hari. Penjaga kami berikan insentif. Dari mana dananya dari pribadi, kemudian mencari donatur.


Prestasi tersebut  pantas diperoleh mengingat pengelolaannya bagus, dengan koleksi buku sudah mencapai 6000 buku. Buku kami tebarkan juga kepada TBM/komunitas lain. Disamping itu diisi dengan program- program yang menarik seperti :

1. Senin Menggambar

2. Selasa Mewarnai

3. Rabu Nyunda

4. Kamis Membaca Nyaring

5. Jumat Membuat Puisi

6. Sabtu/Minggu Dongeng

Selain itu kita ada kelas komputer dan internet. Internet tidak hanya untuk anak-anak.

Sering juga ada kelas pelatihan :

1. Motivasi

2. Komputer

3. Kerajinan

4. Menulis

5. Memasak

6. Barang bekas

Pertanyaan dari peserta pelatihan :

P1 dari Ibu Tuti Umyati dari SMPN 1 Ciseeng : Apakah setiap hari ada petugas yang menjaga Taman Baca untuk melayani anak-anak membaca buku-buku yang disediakan?

J1 : Saat sebelum pandemi ada yang menunggu dari pukul 09.00 - 16.00

P2 dari Widya dari Malang : Bagaimana cara membangkitkan minat anak2 untuk membaca dan mendengarkan dongeng? Di sekolah saya satu tahun ini, setiap minggunya "terpaksa" Kami memberi tugas anak-anak mulai kelas 1 hingga kelas 6 membaca dan menulis ulang cerita yang dibaca dalam buku diary literasi mereka. Memang kami "memaksa" Mereka untuk membaca dan menulis. Karena lemahnya budaya membaca diantara mereka. Apakah menurut bapak cara ini efektif?

Karena sejauh ini kami belum merasakan dampaknya. Buktinya perpustakaan sekolah masih sepi dari pengunjung. Jumlah siswa kami 500 anak. Dan yang berkunjung hanya hitungan jari. Padahal setiap bulan kami selalu membeli buku-buku yang baru.

J2 : Membangkitkan membaca memang tidak mudah, harus ada teladan baik di sekolah maupun di rumah. Mendongeng pun sama , mendongenglah dengan sebebas bebasnya penuh cinta dan kasih sayang. Ajak anak-anak ngobrol untuk memahami dan mengerti dari manfaat membaca. Jadikan mereka merasa butuh. Memaksa seperti senjata utama bagi guru, tapi sebaiknya ada cara yang lebih manusia. Selama kita lakukan dengan penuh kasih saya in syaa Allah pasti ada hasilnya

P3 dari Ibu Susan Anggraini dari Pangkalpinang : bagaimana memberi motivasi membaca pada anak anak yang kurang menyukai bacaan pada lingkungan rumah kita.  Terima kasih atas jawabannya Pak J3 : berikan buku yang mereka sukai. Misalnya Mereke senangnya main bola. Maka berikan buku tentang sepak bola. Kita terlalu mudah memberikan label anak tidak suka membaca. Eh....malah kejadian tidak suka baca.

J3 : Cari terus jalan agar mereka menyenangi membaca. Ajak ngobrol,ajak main dan ajak kegiatan yang mereka sukai.

P4 : Mohon izin bertanya, dunia digital sudah merajai di setiap lini kehidupan hingga di pelosok desa saya. Tapi ada kekhawatiran di benak saya melihat siswa saya yg terkafang menggunakan hp hanya untuk bermain game dan belanja online tanpa memikirkan beban pikiran orang tua. Saya sebagai pendidik di desa yg mudah menerima apa saja dari luar ini, apa yg harus saya lakukan untuk menyelamatkan generasi yang konsumtif ini? Terimakasih 🙏

J4 : Ya inilah yang menjadi tantangan buat kita semua. Tidak hanya guru dan siswa yang harus terus belajar. Tapi semuanya, orang tua hatus bisa semakin paham bagaimana kondisi sekarang. Cakap digital menjadi program yang sekarang sedang digalakkan. Kekuatan pendidik di keluarga, masyarakat, sekolah dan pemerintah menjadi suatu yang tidak dipisahkan.

P5 dari ibu suyatinah dari yogya : Rumah sy kebetulan bersebelahan dengan masjid, pernah ada salah satu warga yg menyumbangkan koleksi bukunya dan ditaruh di rak masjid, maunya biar bisa jadi bacaan para jamaah. Karena gak ada yg mengelola akhirnya buku2 nya gak tau kemana saat ini. Sebetulnya saya sangat ingin merintis buat semacam perpustakaan kecil untuk mengalihkan aktivitas anak2 yg sebagian besar tertarik ke hp, agar pelan2 tumbuh kegemaran membaca diantara mereka.

Mohon sarannya Mr. Bambs

J5 : Bagus niatnya, segera direalisasikan saja agar segera terwujud. Kebaikan jangan ditunda karena godaannya banyak. Selamat mencoba

 

P6  dari Ibu Susi Kayu Agung : Saya mau bertanya, bagaimana dengan buku- buku yang hilang, atau robek? Gimana mengantisipasinya ya Mr. Bams...terkadang entah karena apa, buku yang kita pinjamkan sering hilang atau entah kemana. Ini pengalaman masa kecil saya, punya banyak buku cerita dan majalah anak tp sering hilang atau rusak kalau dipinjam...jd curhat deh.

J6 : Buku hilang biasa, tapi buku datang tak disangka. Bila niatnya sudah lurus, kita tak akan pernah merasa kecewa karena buku hilang. Semoga bukunya menjadi kebaikan karena dibaca. Yakinlah selalu ada pengganti buku yang robek dan hilang. Penggantinya bisa dalam bentuk apa saja,

Minat baca tinggi, lihat saja mereka pegang HP kalau ngak baca ngak mungkinkan. Bisa saja mereka diarahkan menggunakan HP untuk membaca hal yang penting. Dua tahun ini memang gegara pandemi belum terukur kembali karena TBM tutup. Tapi begini....

Bila kita membuka kebaikan dengan apa yang bisa lakukan, maka lakukan. Saya dengan membuat taman bacaan banyak mendukung profesi dan pengalam saya. Di sekolah saya diminta jadi Koordinator Literasi dan SMP Taruna Bakti Bandung juara 1 Sekolah Literasi Kota Bandung tahun 2019. Saya pun banyak meraih prestasi di bidang Literasi untuk wilayah Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat. Bahkan amanah di berbagai organisasi pun terus bertambah. Terakhir sebagai Pengurus Gerakan Pemasyarakan Minta Baca (GPMB) Kab Bandung, dilantik oleh Wakil Bupati Bandung

P8 dari Yeni Andriani dari Pangkalpinang : bagaimana suka duka saat memulai TBM? Terimakasih pak, smg kebahagian dan kesehatan selalu mengiringi langkah kita🙏P8

J8: Sukanya

1. Sekarang rumah nambah

2. Buku makin banyak

3. Bisa berbagi

4. Bisa naik pesawat gratis

5. Bisa kenal dengan pejabat

6. Banyak kenalan komunitas

7. Semakin mau untum belajar

Dukanya : Merasa kurang waktu untuk mengelola dengan maksimail.

P9 Istianah Kutai Kartanegara : Mendirikan TBM apa tdk diperlukan surat izin?

J9 : Ijin ada bertahap saja. Ijin tetangga RT, RW, Desa sekanjutnya bisa hubungi Pengawas Dinas Pendidikan setempat

Closing Statement dari Mr. Bams : Nikmati sebuah perjalanan hidup untuk terus belajar. Dengan belajar maka harus bisa berkarya . Karyalah yang akan membuat kita harus dan mau berbagi. Belajar, berkarya, berbagi harus jadi kekuatan untuk berbakti. Jadilah guru mulia, agar bisa dikenang dengan karya. Karya yang akan dikenang sepanjang jaman.

Diakhir pelatihan belajar menulis ini kami ucapakan beribu terimakasih kepada Bapak/ Ibu narasumber, mentor yang sudah membagi ilmunya kepada kami, memberi motivasi yang tiada henti agar kami segera melatih diri untuk mewujudkan karya tulis. Semoga apa yang Bapak/ ibu berikan kepada kami menjadi amal jariyah yang pahalanya gak akan putus- putus.

Harapan saya, ilmu yang saya terima semoga bisa menjadi bekal mengisi tahun- tahun menuju purna tugas.

Terimakasih untuk semuanya

Mohon maaf atas segala khilaf

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMBONGKAR RAHASIA MENULIS HINGGA MENERBITKAN BUKU

TEHNIK PROMOSI BUKU

POIN BUKU PADA KENAIKAN PANGKAT